Rabu, 15 Mei 2013

Pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Filosofi pendidikan
Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran.
Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya."
  1. ALIH Templat:Butuh rujukan
Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

Fungsi pendidikan
Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:
  • Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
  • Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
  • Melestarikan kebudayaan.
  • Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.
Fungsi laten lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.
  • Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah.
  • Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.
  • Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya.
  • Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.
Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:
  • Transmisi (pemindahan) kebudayaan.
  • Memilih dan mengajarkan peranan sosial.
  • Menjamin integrasi sosial.
  • Sekolah mengajarkan corak kepribadian.
  • Sumber inovasi sosial.

Jumat, 10 Mei 2013

Perguruan Sutomo

Perguruan Sutomo
Perguruan Sutomo adalah nama sekelompok sekolah swasta di Medan, Indonesia yang dikelola Yayasan Perguruan Sutomo. Kelompok ini mencakup Sutomo 1 yang terdiri dari play group, TK, SD, SMP, dan SMA, dan Sutomo 2 yang terdiri dari TK, SD, SMP, dan SMA. Di antara keduanya, Sutomo 1 merupakan sekolah yang lebih dominan dan luas dikenal.
Play group, TK, dan SD Sutomo 1 terletak di Jalan Jambi, Medan Perjuangan sementara SMP dan SMA Sutomo 1 terletak di Jalan Letkol Martinus Lubis, Medan Kota. Sutomo 2 terletak seluruhnya di Pulo Brayan, Medan Barat.
Lebih dari 15 ribu siswa bersekolah di Perguruan Sutomo. Mayoritas siswanya adalah warga keturunan Tionghoa (sekitar 80%),[3] sedangkan etnis Tionghoa mewakili 40% komposisi guru. Kebanyakan guru di SD Sutomo 1 adalah masyarakat etnis Tionghoa, sedangkan kebanyakan guru di SMP/SMA Sutomo 1 adalah masyarakat etnis Batak.

Sejarah

Cikal bakal Sutomo adalah Sekolah Sutung (蘇東; "Sumatera Timur") yang didirikan pada tahun 1926. Pada 25 Februari 1958 nama sekolah ini berubah menjadi Sutomo bersamaan dengan dibentuknya Yayasan Perguruan Sutomo oleh Soo Lean Toii, Oei Moh Toan, dan Hadi Kusuma (Khoo Peng Huat) memprakarsai pembentukan suatu yayasan yang bergerak di bidang pendidikan. Niat ini timbul karena menyadari bahwa :
  • Masyarakat kota Medan pada saat itu membutuhkan sebuah wadah yang dapat menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan sistem Pendidikan Nasional yang berazaskan Pancasila dan UUD 1945.
  • Mereka berkeinginan berpartisipasi secara aktif untuk menunjang program pemerintah pada program pendidikan dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dengan susunan Pengurus Yayasan Perguruan Sutomo pada saat itu :
Penasehat                   : Soo Lean Tooi
Ketua                           : Oei Moh Toan
Bendahara                   : Tan Wee Beng (Bengawan Tantono)
Pengawas Pendidikan              : Kho Peng Huat (Hadi Kusuma)
Pemeriksa ADM          : Ng Khai Seng
Awalnya Sutomo hanya menyediakan pendidikan pada jenjang SD hingga SMA. Jenjang TK diperkenalkan pada tahun 1964 sementara play group dimulai pada tahun 1992.
Awalnya seluruh aktivitas jenjang pendidikan menempati kampus Martinus Lubis, namun tahun 1978 aktivitas TK dan SD dipindahkan ke kampus baru di Jalan Jambi. Rencana untuk memindahkan sekolah ke Jalan Pancing di Medan Tembung tidak jadi direalisasikan akibat krisis finansial Asia yang menerpa Indonesia pada pertengahan 1990-an. Sejak sekitar tahun 2004 telah dimulai proses pembangunan gedung-gedung baru di kampus SMP/SMA Sutomo 1.
Tahun 1982 didirikan Sutomo 2 di Pulo Brayan sehingga sekolah Sutomo lainnya yang lebih dahulu eksis kini disebut "Sutomo 1".
Seiring berjalannya waktu, Perguruan Sutomo telah banyak mengalami perubahan, begitu juga dengan susunan Pengurus Yayasan Perguruan Sutomo. Para pendiri Yayasan Perguruan Sutomo dan mantan Pengurus Yayasan Perguruan Sutomo sebagaian besar telah mendahului kita. Namun semangat dan cita-cita luhur mereka tidak hilang seiring dengan kepergian mereka, tetapi sebaliknya semangat dan tekad beliau-beliau tetap bergema dalam hati sanubari Pembina, Pengawas dan Pengurus Yayasan Perguruan Sutomo saat ini. 




Kurikulum dan sistem pendidikan

Sejak tahun pelajaran 1995/96, dibuka "kelas plus" (kelas unggulan) yang bertujuan menampung siswa-siswi paling berprestasi, di mana penyajian materi pelajaran lebih cepat dibandingkan dengan kelas umum. Pada tahun 2001 SMA Sutomo 1 diberikan izin oleh Dirjen Pendidikan Pusat untuk membuka Kelas Akselerasi di mana pendidikan SMA dapat diselesaikan dalam jangka waktu 2 tahun.
Pada tahun 2005 dibuka Kelas Internasional yang masih dalam tahap "rintisan" sebelum dioperasikan sepenuhnya pada tahun 2007/2008. Kelas Internasional menggunakan materi pelajaran yang disajikan dalam bahasa Inggris.

Prestasi

Siswa Sutomo telah beberapa kali mengikuti Olimpiade sains (baik Fisika, Biologi, Kimia) di dalam negeri dan luar negeri:
  • Olimpiade Kimia Internasional (International Chemistry Olympiad):
    • 2001 - perak
    • 2003 - perunggu
    • 2008 - emas[4]
  • Olimpiade Fisika Internasional (International Physics Olympiad):
    • 2001 - perak
    • 2004 - perunggu
    • 2005 - emas
    • 2008 - emas[4]
  • Medali perak pada APhO (Asian Physics Olympiad) di Taiwan (2000)
  • Medali perunggu pada APhO (Asian Physics Olympiad) di Almaty, Kazakhstan (2006)
  • Medali perunggu pada IBO (International Biology Olympiad) di Belarusia (2002)
  • Medali perak pada IJSO (International Junior Science Olympiad) di Sao Paulo, Brazil (2006)
  • Olimpiade Sains Nasional:
    • 2003 - biologi (1 perunggu), fisika (1 emas, 1 perunggu), kimia (2 emas, 1 perunggu), dan komputer (1 emas, 3 perunggu).
    • 2004 - kimia (2 emas, 1 perunggu), fisika (1 emas, 1 perak), komputer (1 emas, 3 perunggu), dan biologi (1 perunggu).
    • 2005 - komputer (1 emas), matematika (1 emas, 1 perunggu), dan biologi (1 perunggu).
    • 2006 - IPA (1 perunggu), Fisika (1 perak),
    • 2007 - IPA (1 emas), Fisika (1 perunggu),
    • 2008 - IPA (1 perak), Matematika ( 1 emas dan trophy best theory), Fisika (1 perak),
    • 2009 - IPA ( 1 perak dan trophy best theory), Matematika (1 emas, 1 perunggu, dan trophy best theory),
  • Juara Umum I pada Indonesian Robotics Olympiad (IRO) 2004.
  • Medali perunggu pada TEMIC (Thailand Elementary Mathematics International Competition) di Chiang Mai, Thailand (2008).
  • 2 Medali perunggu dan 1 medali perak pada PEMIC (Philippines Elementary Mathematics International Competition)di Iloilo city, Philippine (2009).
  • Medali emas pada AMC 8 (American Mathematics Competition 8) grade 6 (2009).
  • Medali emas group dan Medali Perak individu pada WIZMIC (Wizards at Mathematics International Competition) di India (2009)
  • International Mathematics and Science Olympiad (IMSO)
    • 2007 - IPA (1 emas dan trophy untuk best experiment).
    • 2008 - Matematika (1 perunggu).
    • 2009 - Matematika (1 perunggu), IPA (2 perunggu, 1 perak dan trophy untuk best theory).
Dari kegiatan ekstrakurikuler, tim basket merupakan yang paling menonjol. Tim basket SMA Sutomo menjuarai kejuaraan basket SMA nasional (Piala HEXOS) pada tahun 2006.

Alumni terkenal

Alumni Sutomo tergabung dalam ikatan alumni bernama Ikatan Alumni Sutung/Sutomo Medan.
Beberapa alumni yang terkenal adalah:

Kegiatan ekstrakurikuler

Di perguruan Sutomo, terdapat banyak kegiatan ekstrakurikuler, beberapa diantaranya yaitu:[5]

Mars Perguruan Sutomo

Yayasan Sutomo lembaga pendidikan
Mencerdaskan manusia generasi muda
Perguruan kita Sutomo bak teratai
Cita- citamu luhur tuk ibu pertiwi

Wahai pemuda- pemudi, ukirlah
Prestasimu setinggi- tingginya
Agar jadi tunas bangsa yang mandiri
Berbakti, dan berguna

Tingkatkan kualitas sumber daya manusia
Jayalah Sutomo abadi selamanya

Jayalah Sutomo abadi selamanya